Puisi Hatiku yang Sepi

Hatiku yang Sepi

Oleh: Hendrasius, S.Pd. Gr. 

 Malam meneteskan sunyi di pelupuk mata,
Angin berbisik membawa luka yang tak reda,
Jejak langkahmu masih terukir di dada,
Namun wujudmu sirna, hanyut entah ke mana,
Hatiku tertinggal, rapuh tanpa cahaya.

 Di jalan sepi aku berjalan sendiri,
Menghitung bayangan yang tak pernah kembali,
Langkah terasa berat menahan rindu ini,
Waktu seakan enggan menutup perih hati,
Aku lelaki yang kehilangan arti.

 Kenangan hadir seperti hujan di sore tua,
Membasahi jiwa, menghidupkan luka,
Aku memanggil namamu di ruang tanpa suara,
Namun hanya gema yang datang menjawab tanya,
Sungguh, cinta ini menjadi derita.

 Pernah kau janji tak akan tinggalkan,
Tapi janji hanyalah bayang dalam kabut malam,
Aku terperangkap dalam kisah kelam,
Mencari dirimu di setiap senyap alam,
Namun yang tersisa hanya rasa tenggelam.

 Kini hatiku adalah padang gersang,
Tanpa pelukan, tanpa genggam tangan,
Aku lelaki yang merindu dalam diam,
Menyulam harap di atas puing kenangan,
Sepi pun jadi teman, hingga waktu menghapus penantian.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SOAL LATIHAN SOAL BAHASA TINGKAT LANJUT

Soal PTS Bahasa Indonesia kelas XI 2024